Category Archives: News & Event

Fujitsu Buka Program Beasiswa di Bidang Manajemen

Fujitsu kembali membuka program beasiswa bidang manajemen yang disediakan oleh Fujitsu Limited bagi warga negara Indonesia. Adapun syarat yang harus dipenuhi diantaranya telah menamatkan pendidikan setara strata 1 (bachelor degree) dengan pengalaman kerja minimal tiga tahun dan memiliki sertifikat TOEIC dengan skor minimal 750.

Fujitsu

Beasiswa ini mencakup tiket pesawat dan biaya selama menempuh pendidikan Global Leaders for Innovation and Knowledge yang diselenggarakan oleh Fujitsu-JAIMS Foundation. Batas akhir penerimaan pendaftaran adalah 15 Maret 2017. Program pendidikan itu sendiri akan dimulai pada tanggal 27 Agustus 2017.

Program Global Leaders for Innovation and Knowledge merupakan program sertifikasi manajemen yang diselenggarakan selama tiga setengah bulan dan memuat pembelajaran berkelanjutan bagi para profesional di bidang bisnis. Program pendidikan manajemen ini juga akan mengetengahkan “Knowledge-Creation Theory,” yang dicetuskan oleh seorang profesor asal Jepang, yakni Dr. Ikujiro Nonaka dengan mengambil telada dan kisah-kisah sukses dari para pemimpin inovatif dunia yang sarat dengan nilai-nilai dan kebijaksanaan, serta pengayaan ilmu pengetahuan dalam spektrum yang luas dan mendalam, mencakup bidang-bidang ilmu, seperti management theory, liberal arts, dan methodology.

Selain itu, peserta juga akan diajak untuk terjun dan mengamati langsung praktik-praktik pengelolaan manajemen yang sukses melalui kunjungan lapangan, sehingga mereka dapat mencerna dan mensintesis berbagai macam kasus manajemen dan kemudian menerapkannya dalam sebuah capstone project masing-masing. Fujitsu juga akan menghadirkan para senior perusahaan di bidang manajemen untuk membantu dan memberikan masukan-masukan kepada masing-masing peserta dalam menuntaskan capstone project mereka.

Fujitsu mengawali program beasiswa manajemen ini sejak tahun 1985 dalam rangka memperingati lima puluh tahun berdirinya perusahaan. Program beasiswa ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebar di masa depan bagi masyarakat di kawasan Asia Pasifik dan Hawaii dalam rangka turut berkontribusi kepada negara masing-masing. Hingga saat ini, program beasiswa ini telah menghasilkan 509 lulusan profesional di bidang bisnis. Adapun untuk mendaftar bisa mengakses pada tautan berikut: http://www.fujitsu.com/global/about/csr/activities/community/scholarship/process/

Baca juga:

2017, Fujitsu Rilis 12 Seri Lifebook Terbaru

Strategi Fujitsu Tingkatkan Brand Awareness dan Perluas Pasar

sumber.

http://swa.co.id/swa/trends/management/fujitsu-buka-program-beasiswa-di-bidang-manajemen

Penyakit yang Diakibatkan Rokok Bisa Pengaruhi Perekonomian Indonesia

kementerian Kesehatan RI bersama Vital Strategies meluncurkan kampanye baru yang secara visual menyoroti sejumlah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh konsumsi tembakau, yakni stroke, kanker tenggorokan, kanker paru, dan penyakit buerger. Kampanye akan ditayangkan selama empat minggu di enam televisi nasional. Kampanye ini juga dipromosikan dan disebarluaskan melalui media sosial dengan menggunakan tagar #SuaraTanpaRokok.

Peluncuran Kampanye #SuaraTanpaRokok

Dalam acara tersebut dipaparkan data dari The Tobacco Atlas, lebih dari 2.677.000 anak-anak dan 53.767.000 orang dewasa di Indonesia adalah perokok (57,1 persen laki-laki dewasa; 3,6% perempuan dewasa; 41% anak-anak laki-laki, dan 2,5% anak-anak perempuan). Proporsi pria, anak laki-laki dan anak perempuan yang merokok lebih tinggi di Indonesia dibandingkan dengan negara berpenghasilan menengah lainnya. Rokok membunuh 217.400 orang Indonesia setiap tahunnya, dan di tahun 2010, rokok merupakan penyebab dari 19,8% kematian laki-laki dan perempuan dewasa, lebih tinggi daripada rata-rata jumlah kematian di negara berpenghasilan menengah lainnya.

World Economic Forum memperkirakan bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2030 akan mengalami kerugian sebesar US$ 4,5 triliun jika beban penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung dan kanker tidak dikurangi. Seperti yang ditunjukkan oleh kampanye ini, konsumsi tembakau merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit tersebut. Selain komunikasi kampanye kesehatan yang akan membantu orang melakukan perubahan sikap, perundang-undangan yang komprehensif mengenai pelarangan rokok dan pajak rokok yang lebih tinggi akan lebih lagi memudahkan mendorong para perokok agar berhenti serta mencegah perokok usia dini.

Ada kemungkinan yang cukup besar bagi Indonesia untuk meningkatkan pajak rokok hingga 75% dari harga eceran, seperti yang direkomendasikan WHO. Lebih lanjut lagi tersedia juga kesempatan untuk mengalokasikan dana bagi program-program kesehatan dan sosial. Vital Strategies menghargai Pemerintah Indonesia atas kebijakan-kebijakan yang telah dicanangkan demi memfasilitasi kemajuan Indonesia mencapai agenda Tujuan Pembangunan Keberlanjutan 2030.

Menurut dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati, M.M, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam acara tersebut, jumlah perokok terus meningkat dan diperlukan bantuan dari semua pihak untuk pengendalian rokok.

“Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, perilaku merokok penduduk 15 tahun ke atas cenderung terus meningkat dari 27% pada tahun 1995, lalu meningkat menjadi 34,2% tahun 2007, dan meningkat lagi menjadi 36,3% tahun 2013. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kita memiliki tanggung jawab yang tidak mudah dalam pengendalian merokok di Indonesia. Kita tidak bisa berdiam diri dan membutuhkan bantuan dari semua pihak dalam program pengendalian merokok,” paparnya.

José Luis Castro, Presiden dan CEO Vital Strategies menambahkan bahwa kampanye pengendalian tembakau ini bisa memberi pesan yang kuat untuk memberi pengetahuan akan bahaya penyakit-penyakit yang diakibatkan rokok.

“Kami senang dapat sekali lagi berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% penduduk Indonesia menyadari bahwa tembakau mengakibatkan kanker paru dan serangan jantung, namun hanya sedikit yang menyadari tembakau mengakibatkan penyakit-penyakit lainnya. Kami mengajak para perokok untuk menyaksikan iklan ini sehingga mereka akan berpikir dua kali sebelum mereka mengambil sebatang rokok berikutnya, dan sadar tentang kerusakan yang akan terjadi pada diri mereka dan orang-orang di sekitar mereka. Harapannya tentu lalu berhenti merokok,” ujar Castro.

sumber.

http://swa.co.id/swa/trends/business-research/penyakit-yang-diakibatkan-rokok-bisa-pengaruhi-perekonomian-indonesia

Perusahaan Manajemen Aset Pada 2017 Siap Luncurkan Produk Baru

Perusahaan manajemen aset bakal menambah produk baru sejalan dengan proyeksi pertumbuhan investor dan pemulihan ekonomi nasional. Perusahaan manajemen aset mengkaji berbagai opsi penambahan produk terbaru di tahun ini, antara lain reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang, reksa dana terproteksi, atau reksa dana campuran. Ridwan Soetedja, Presdir PT CIMB Principal Asset Management, mengatakan, pihaknya akan meluncurkan sejumlah produk baru, di antaranya reksa dana terproteksi. “Produk baru yang akan kami luncurkan ada yang produk relaunch dan reksadana terproteksi,” ucap Ridwan di Jakarta, Selasa (17/1/2016).

CIMB-Principal Asset Management akan mengoptipmalkan saluran pemasaran produknya guna meningkatkan jumlah investor serta mempermudah masyarakat berinvestasi di reksa dana. Ridwan menyebutkan CIMB-Principal Asset Management menyalurkan produknya bersama sejumlah mitra yaitu perusahaan sekuritas, bank, dan perusahaan penyedia platform online (bareksa.com, IPOT dan Mandiri Online System Trading/MOST Fund). Rencananya, penambahan produk baru ini akan diluncurkan pada momentum tertentu.

Direksi perusahaan manajemen aset di peluncuran MOST Fund di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Selasa (17/1/2016). (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Hal itu juga disampaikan oleh perusahaan manajemen aset lainnya, yaitu PT Eastpring Investment Indonesia. Riki Frindos, Presdir Eastpring Investment Indonesia, mengkaji peluncuran reksa dana terbaru dengan mencermati kondisi pasar dan perekonomian domestik. Dia belum bisa merinci lebih lanjut jenis reksa dana yang akan dirilis perusahaanya itu. “Kami memang berencana menerbitkan produk baru dan mengkaji peluncuran reksa dana terbaru itu dengan mempertimbangkan kajian perusahaan dengan para mitra,” ujar Riki. Total dana kelolaan Eastpring pada 2016 sekitar Rp 59 triliun. Riki menyebutkan pihaknya optimistis dana kelolaan perusahaan akan meningkat di tahun ini. Riki mengemukakan mayoritas investor di Eastpring meminati reksa dana saham

Return Reksa Dana

Adapun, kinerja reksa dana pada 2016 cukup positif seiring dengan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Merujuk data PT Infovesta Utama, rata-rata kinerja reksa dana saham yang tercermin dalam Infovesta Equity Fund Index pada 30 Desember 2015-30 Desember 2016 tercatat naik 7,70%. Angka ini lebih rendah dari kinerja IHSG yang mencatatkan kenaikan hingga 15,32%. Kemudian, return untuk reksa dana pendapatan tetap di tahun lalu mencapai 8,02%, reksa dana campuran membukukan imbal hasil sebesar 9,29%, reksa dana pasar uang (4,63%) . Adapun, Nilai aktiva bersih (NAB) industri reksa dana sepanjang 2016 naik hingga 26,57% dibandingkan dengan pencapaian 2015. Berdasarkan data Pusat Informasi Reksa Dana Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah NAB atau dana kelolaan industri reksa dana pada Desember 2016 mencapai Rp 328,45 triliun, naik 43,28% dibandingkan tahun 2015 senilai Rp 259,49 triliun. Unit penyertaan industri reksa dana melejit 31,63%, atau menjadi 239,55 miliar unit pada 2016 dari 181,99 miliar unit di 2015.

Sejumlah reksa dana saham di tahun 2016 mencatatkan keuntungan lebih dari 40%, yaitu Treasure Fund Super Maxxi yang memberikan return 50,86%, yang disusul Sucorinvest Equity Fund (47,99%), Sucorinvest Sharia Equity Fund (41,18%), SAM Indonesian Equity Fund (39,96%), dan OSO Sustainability Fund (39,311%). Manajer investasi menerapkan jurus tertentu untuk mendongkrak performa reksadana saham, misalnya, mengubah porsi saham yang menjadi aset dasar (underlying asset). Porsi saham unggulan di indeks LQ45 ditambahkan bobotnya menjadi 60% dari kisaran 40-50%. “Kami mencari saham-saham yang likuiditasnya tinggi,” ucap Jemmy Paul Wawointana, Direktur Investasi PT Sucorinvest Asset Management. Perusaahan manajemen aset ini mengelola beberapa produk reksa dana saham, antara lain Sucorinvest Equity Fund dan Sucorinvest Sharia Equity Fund.

Peningkatan harga saham blue chip itu mendongkrak return reksadana saham Sucorinvest Equity Fund. Saham-saham andalan yang menjadi aset dasar terbesar di Sucorinvest Asset Management adalah saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Jemmy menjabarkan pihaknya menambah porsi saham-saham LQ45 sebagai aset dasar yang porsinya sekitar 70-75% dari sebelumnya 60%.  Penambahan itu dikarenakan melihat gejala pertumbuhan harga saham-saham blue chip yang menunjukkan sinyal-sinya peningkatan pada akhir tahun 2015. “Sejak akhir tahun 2015 kami menyiapkan strategi penambahan porsi saham unggulan di tahun ini,” tukas Jemmy.

Fleksibilitas manajer investasi memilih saham menjadi kunci sukses perusahaan aset manajemen menyabet return tinggi. Resep ini dipraktikkan PT Samuel Aset Manajemen (SAM) untuk mendongkrak imbal hasil SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Dana Cerdas yang tahun lalu menghasilkan return cukup tinggi.  Agus Basuki Yanuar, Presdir SAM menyebutkan pihaknya rutin menyesuaikan (adjustment) portofolio investasi di setiap kuartal dan rotasi aset. SAM mencomot saham-saham unggulan yang bervaluasi murah namun berprospek gemilang ke depannya. Setelah harga saham itu menyentuh harga wajar, maka SAM akan mengurangi porsi kepemilikan di saham itu dan dipindahkan ke saham blue chip yang harganya sedang terkoreksi. SAM rajin mengkonsolidasikan portofolio setiap akhir September untuk menyongsong investasi di tahun berikutnya. “Kami sejak September tahun 2015 sudah menentukan pilihan saham untuk dijadikan aset dasar pada 2016,” ucap Agus.

Untuk itu, SAM memprioritaskan saham di sektor yang berorientasi pasar domestik, berhubungan erat dengan demografi dan pembangunan infrastruktur. SAM mengoleksi saham-saham unggulan di sektor perbankan, telekomunikasi, barang konsumsi, konstruksi, properti, tembakau, jalan tol, otomotif, dan komoditas.  Sejumlah saham yang dipetik manajer investasi SAM adalah PT  Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT  Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Adaro Energy Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PTBA atau ASII.

Saham-saham ini dikelola 15 manajer investasi SAM yang bertugas mengamati pergerakan harga saham tersebut. Strategi pengelolaan saham, Agus menambahkan, dialokasikan sebesar 70% sebagai portofolio inti dan 30% sebagai return enchancement dengan rotasi aktif antar sektor dan saham. Saham dan sektor yang sudah mencapai harga wajar atau premium dialihkan ke saham yang harganya terkoreksi dan berpropsek cerah.  Hasilnya pun kinclong lantaran imbal hasil yang ditorehkan SAM Dana Cerdas dan SAM Indonesian Equity Fund di 2016 yang masing-mencapai return 39,96% dan 33,88%.

Lima aset dasar (top holding) yang menempati porsi tertinggi di SAM Indonesian Equity Fund di 2016 adalah saham Adaro Energy, ASII, BMRI, PT United Tractors Tbk (UNTR) dan TLKM. Agus menyebutkan SAM cenderung mengoleksi mencari saham yang harganya berpeluang naik dan selaras dengan target return. “Kami segera profit taking ketika harga saham yang menjadi aset dasar sudah mendekati target return,” urai Agus sembari menyatakan target imbal hasil yang dibidik sebesar 20%. Salah satu saham yang dilepas SAM adalah PT PP Properti (Persero) Tbk (PPRO). “Kami masuk di PPRO di harga Rp 175 dan keluar ketika harganya naik ke Rp 700,” ungkap Agus.

sumber.

http://swa.co.id/swa/capital-market/perusahaan-manajemen-aset-pada-2017-siap-luncurkan-produk-baru

Magister Manajeman UI Kembangkan Peminatan Pasar Modal

IMG_0424

Seiring dengan pertumbuhan pasar modal Indonesia yang pesat dan semakin meningkatnya minat investor dalam berinvestasi, ketersediaan tenaga professional yang berlisensi di pasar modal sangat dibutuhkan agar dapat mewujudkan pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang memumpuni, Universitas Indonesia (UI), melalui program studi Magister Manajeman Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengembangkan kembali peminatan pasar modal. Peminatan yang sudah di ada di tahun 2001, akan tetapi pertumbuhan pasar modal yang cepat serta kebutuhan SDM yang meninggi membuat Magister Manajeman Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia merombak kurikulumnya di tahun 2015. Selain itu, MM-FEB UI juga menggandeng Melbourne Business School   untuk menjadi partner dalam mengembangkan kurikulum di peminatan pasar modal.

Mengapa menjalin kerja sama dengan Melbourne Business School? Rifelly Dewi Astuti, S.E., M.M., Head of Public Relation and Public Information Office UI, mengatakan Melbourne Business School masuk ke dalam 8 besar universitas di Australia. Selain itu,  universitas ini juga sudah lama menjalin kerja sama dengan UI.  “Dalam re-launching di tahun 2015, MM memang harus mempunyai partner kerja sama di internasional,” tambahnya.

Selain dengan Melbourne Business School, MM-FEB UI juga menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Pendidikan Pasar Modal Indonesia (P3MI) PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEIL), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ir. Nurhaida, MBA, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, menyampaikan dukungannya atas program kemitraan ini. “Kami berharap melalui program ini kebutuhan tenaga profesiaonal di pasar modal dapat terpenuhi.” kata Nurhaida.

Bertempat di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jumat 20 Maret 2015, MM-FEB UI melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Melbourne Business School. Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FEB-UI Prof. Ari Kuncoro, Ph.D dan Associate Dean (International Relations) Melbourne Business Scholl Prof. Ian O. Williamson, Ph.D, disaksikan oleh Kepala Eksekutif Pengwas Pasar Modal OJK, Ir. Nurhaida MBA, Direksi BEI, Direksi KPEI, direksi KSEI, para pemimpin UI, FEB_UI, dan Magistes Manajemen Universitas Indonesia, perwakilan dari Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), dan Asosisasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI). Melalui penandatangan tersebut, maka Melbourne Business School telah resmi menjadi mitra luar negeri untuk MM-FEB UI dalam menjalankan program pendidikan Manajemen Pasar Modal.
IMG_0422

Peminatan Manajemen Pasar Modal memberi pengetahuan analisis startegis dari sudut pandang manajeman, bisnis, dan regulasi serta fokus pada sektor pasar modal untuk menjadi Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Perantara Emisi Efek, maupun Wakil Manajer Investasi. Mahasiswa program Manajemen Pasar Modal berkesempatan untik meraih beasiswa dari Self-Regulatory Organizations (SRO) dengan cara mengikuti tiga kali ujian sertifikasi selama mengikuti pendidikan di MM-FEB UI. Ujian sertifikasi ini bertujuan untuk mendorong pertambahan professional di pasar modal yang memiliki sertifikasi sesuai dengan profesinya, sehingga lebih mampu menghadapi tantangan global. Daya tampung mahasiswa peminatan pasar modal MM-FEB UI adalah 25 mahasiswa.

SUMBER

Magister Manajeman UI Kembangkan Peminatan Pasar Modal

Minyak Oles Bokashi, dari Bali Menuju Pasar Global

Nama aslinya Gede Ngurah Wididana.  Namun kini, ia lebih dikenal dengan nama Pak Oles. Gara-garanya, tahun 1997 ia menemukan racikan minyak oles multikhasiat berbasis teknologi effective microorganism (EM) yang pernah dipelajarinya di Jepang, yang dipadu dengan usadha, pengobatan tradisional ala Bali. Racikannya itu kini dikenal dengan nama minyak oles Bokashi.  Kata bokashi diambil dari bahasa Jepang yang berarti fermentasi.

Gede Ngurah Wididana, pendiri Minyak Oles Bokashi

Gede Ngurah Wididana, pendiri Minyak Oles Bokashi

Jauh sebelum itu, Wididana – yang memang senang mempelajari pengobatan tradisional Bali – telah membuat ramuan dari minyak kelapa dan beberapa rempah yang diasapkan di tungku dapur tradisional selama tiga bulan sebelum siap digunakan. Fermentasi secara alami ini menghasilkan antioksidan yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Sementara teknologi EM yang digunakan untuk membuat minyak oles Bokashi merupakan proses fermentasi buatan terkontrol dengan memanfaatkan mikroorganisme. “Keduanya sama-sama proses fermentasi. Akan tetapi, dengan EM, fermentasi bisa dilakukan hanya dalam dua minggu,” ujar lulusan S-1 Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Udayana tahun 1985 ini.

Ketika bekerja di Laboratorium Pertanian Universitas Nasional (Unas), Jakarta, Wididana memperoleh  beasiswa pendidikan S-2  dari Faculty of Agriculture University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang. Di sinilah Wididana belajar langsung dengan Prof. Dr. Teruo Higa, yang tahun 1980 menemukan teknologi EM. Teknologi ini mulanya digunakan untuk melakukan fermentasi sampah menjadi pupuk organik, sebagai pengganti penggunaan pupuk kimia.

Lulus dari pendidikan S-2, Wididana kembali ke Jakarta untuk menjadi dosen dan Kepala Laboratorium Pertanian Unas. Dia boleh dibilang orang Indonesia pertama yang menguasai  teknologi EM. Hanya bertahan empat tahun di Jakarta, tahun 1994 Wididana memutuskan kembali ke kampung halamannya.  Tekadnya bulat untuk berwirausaha.

Wididana lalu mendirikan  PT Songgolangit Persada yang memasarkan sejumlah pupuk organik, seperti EM4, Sarula, Saferto, Ecocity dan Bokashi Kotaku.  Pupuk organik itu diolah dari sampah rumah tangga.  Ia juga mendirikan  Yayasan Institut Pengembangan Sumberdaya Alam, lembaga untuk mengembangkan pertanian organik dengan menanam tidak kurang dari 135 jenis tanaman obat yang sepenuhnya dijalankan dengan teknologi EM, di atas lahan seluas 7 ha.

“Teknologi ini sangat bermanfaat bagi dunia pertanian kita,”  Wididana menegaskan.  Karena itulah, ia  secara konsisten sejak awal tahun 1990-an   terus melatih petani di seluruh pelosok desa untuk memanfaatkan EM, walau tanpa dukungan pemerintah.

“Awalnya saya memang mendirikan perusahaan pembuat pupuk organik yang diolah dari sampah,” tambah bapak empat anak kelahiran 9 Agustus 1961 ini.

Sukses dengan produk pupuk, Wididana mencoba peruntungannya dengan membuat minyak oles.  Tanpa diduga, produk minyak oles yang dikemas dalam botol plastik ukuran 12,5 ml dan 35 ml itu  mendapat sambutan hangat. Tidak perlu waktu lama, minyak oles Bokashi makin diterima masyarakat.  Karena itu, tahun 2000  – dengan modal Rp 20 juta dan dibantu lima karyawan – Wididana mengibarkan PT Karya Pak Oles Tokcer untuk memproduksinya  dalam volume besar.

Kini,   tidak kurang dari 40 jenis produk obat-obatan alternatif berhasil diciptakan Wididana dengan memanfaatkan teknologi EM.  Antara lain berupa produk minyak tetes, minyak rajas, parem, madu, masker, salep, balsem, air herbal,  hingga minyak relaksasi untuk spa.

Tidak hanya itu, Wididana juga menciptakan produk pemeliharaan sanitasi lingkungan. Antara lain ada  Ecocity-1 untuk membersihkan lantai dan menghilangkan bau. Ada juga EM-4 untuk pertanian, peternakan, perkebunan dan pengolahan limbah. Lalu ada produk EM Toilet untuk menghilangkan bau tak sedap limbah WC. Dan  Sarfeto-5 untuk mencegah serangan hama, Sarula-3 untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil pertanian.

Namun dari sekian banyak produknya tersebut,  Wididana mengaku minyak oles Bokashi merupakan produk yang paling banyak diminati.  “Minyak oles Bokashi menyumbang pemasukan hampir 60%,” ujarnya.

Demi menjaga kesinambungan bisnisnya,  Wididana menggandeng 50 orang petani untuk dibina sebagai petani plasma yang memasok kebutuhan bahan bakunya.  Ia juga membuka pabrik baru di Denpasar yang menyerap 150 orang tenaga kerja untuk proses produksi. Adapun untuk pemasarannya, Wididana masih mengandalkan penjualan door to door yang  dijalankan para SPG yang jumlahnya hampir 700 orang di seluruh Indonesia  (400 orang di antaranya di Bali). Di samping itu,  ia pun  bekerja sama dengan apotek,  toko  dan supermarket.  Sejauh ini,  Bali diakuinya masih menjadi pasar terbesarnya (50%), disusul Surabaya, Lombok, Jakarta dan Yogyakarta. “Kami bisa tumbuh karena melakukan perbaikan manajemen pemasaran,” katanya.

Untuk promosinya,  selain memanfaatkan  radio dan koran miliknya, media sosial – Facebook dan Instagram – juga dipakai Wididana  sebagai sarana promosi produknya.

Wididana mengaku hingga saat ini  pasar ekspor memang belum bisa dirambah maksimal karena kesulitan perizinan. Namun, menurutnya, makin banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali yang mencari minyak oles Bokashi sebagai buah tangan.

Seiring telah keluarnya izin ekspor, harapan Wididana untuk merambah pasar luar negeri sudah di depan mata. “Tahun depan kami akan memasuki pasar global,”  katanya, seraya menyebutkan pasar Jepang, Thailand, Singapura dan Malaysia akan menjadi pasar ekspor utamanya. “Mimpi saya adalah menjadikan minyak oles (Bokashi) sebagai produk nasional dan mampu menembus pasar global,” kata  suami Komang Dyah Setuti ini. (Reportase: Silawati)

Sumber: http://swa.co.id/corporate/business-profile/minyak-oles-bokashi-dari-bali-menuju-pasar-global